Puncak Ketegangan

1143 Kata

Langit di luar masih gelap ketika Nando dan Delima memulai perjalanan kembali ke kota. Udara pegunungan yang biasanya terasa segar kini justru terasa berat, seolah ikut menanggung beban pikiran mereka. “Kita mau pergi lagi?” tanya Delima pelan, suaranya masih serak. “Iya, Sayang.” “Kenapa?” “Kita nggak punya pilihan lain. Geng rival udah tahu lokasi vila,” jawab Nando singkat. Sekejap, rasa tenang yang sempat mereka rasakan lenyap, tergantikan oleh kecemasan yang mencengkeram d**a. “Kenapa mereka bisa tahu tempat kita?” tanya Delima, matanya menatap jalanan berkabut, lalu melirik ke arah Nando yang fokus menyetir. Nando menarik napas panjang. “Aku nggak tahu. Mereka pasti punya cara buat ngelacak kita. Tapi yang penting sekarang, kita harus balik ke kota. Di sana lebih banyak orang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN