Bab 93

1516 Kata

Eric menepikan mobilnya ketika melihat Gauri yang terseyok-seyok di jalan. Mengambil payung lalu turun mendekati gadis itu. "Gauri, kenapa kau ada di jalan sendirian? Mau kemana?" "Aku mau ke tempat ayah," lirih Gauri seraya terisak. Eric sangat tahu apa yang menimpa Gauri, dia tahu bagaimana rasanya kehilangan keluarga. Karena dulu Eric juga merasakannya, saat dia kehilangan ibunya. "Sudahlah, Gauri. Jangan terlalu dipikirkan. Mendingan sekarang kamu ikut aku, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu." "Siapa?" "Nanti kau lihat sendiri. Ayo!" Tidak perlu dipaksa, Gauri selalu saja patuh pada Eric. Dia langsung naik dengan pakaiannya yang basah. "Maaf ya. Aku membuat mobil kamu basah," kata Gauri tidak enak hati. Meskipun begitu, tetap saja tidak menolak saat diajak pergi. "N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN