Nyonya Revalina menyaksikan sendiri semua kekacauan di seluruh ruangan rumah itu. Beliau terdiam, merasakan kesedihan yang mendalam. "Nyonya, kami akan membersihkan semua ini. Mungkin anda bisa kembali ke kamar." Sari datang dan berbicara pada Nyonya Revalina. Tidak ada kalimat apapun yang keluar dari mulut wanita paruh baya tersebut. Penuh kesedihan, beliau langsung pergi dari sana. Saat melewati ruang keluarga, Tante Indri kembali muncul. "Bagaimana kakakku, Reva? Semuanya jadi indah berkat bunga kesukaanmu, bukan?" Tante Indri tersenyum sinis. Namun, kali ini Nyonya Revalina tidak menggubris sama sekali. Beliau lebih sedih melihat kelakuan Dev, bukan terpancing dengan sindiran sinis wanita licik tersebut. Ketika Nyonya Revalina hendak pergi, lagi-lagi Tante Indri menghalangi d

