113

1913 Kata

"Bu, ada yang datang," kata Gauri setelah kembali. "Siapa?" Nyonya Revalina mengerutkan dahi, meletakkan gelas di atas meja. "Aku," jawab tamu tersebut yang tak lain adalah Tuan Sanjaya. Nyonya Revalina nyaris syok melihat kedatangan suaminya itu. Namun, sebisa mungkin beliau berusaha untuk menguasai diri. "Untuk apa kamu kemari?" tanya Nyonya Revalina dengan raut wajah yang masam. "Aku ingin menjenguk, Gita. Katanya dia sakit, tadi aku ke rumah sakit, tapi kata Dokter dia sudah pulang," jelas Tuan Sanjaya. "Ayah, biar aku panggilkan, Gita," kata Gauri saat melihat situasi yang buruk. "Baik, Nak." Setelah Gauri pergi, belum ada yang membuka suara hingga kini. Padahal Nyonya Revalina sendiri tidak menyukai kedatangan ayah anaknya itu. Tapi anehnya, Nyonya Revalina tidak beran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN