Bab 45 | Eksekusi Rencana

1819 Kata

Baru juga sekitar satu menit sejak Sera masuk ke kamar mandi, putrinya itu sudah memanggilnya dua kali. Seolah memastikan jika Sheya masih menunggunya di depan pintu. Terdengar juga anak itu yang bersenandung riang dan Sheya bisa mendengarnya dari balik pintu, Sheya bahkan ikut menyanyi seolah duet dengan putrinya dengan tujuan supaya putrinya itu tau dia masih ada di sana dan akan menunggunya sampai Sera selesai. Tau-tau Juna ikut menyusul, pria itu langsung berdiri di sisi yang berseberangan dengan Sheya, dengan tangan yang bersidekap dan tatapannya penuh perhitungan pada Sheya yang hanya mendengus. Sheya sudah menghentikan nyanyiannya, tiba-tiba mood-nya amblas karena kedatangan Juna yang mengusik kesenangannya dengan Sera. "Mas ngapain ke sini? Tunggu di sana saja, kenapa, si?!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN