Bab 36 | Semesta Tidak Merestui

2001 Kata

Juna tiba di rumah sekitar jam tiga sore, sesuai dengan janjinya pada Giska jika dia akan pulang lebih cepat hari ini. Hatinya menghangat mengingat akhirnya dirinya dan Giska bisa memiliki bulan madu yang sejak dulu terus tertunda, setidaknya dia bisa membahagiakan istrinya yang selama ini lebih banyak terluka saat bersamanya. Begitu memasuki rumah, dilihatnya sang mama yang sedang menikmati teh di ruang tamu sambil sibuk dengan ponselnya. Juna mendekat dan mengucap salam, dia yakin mamanya hari ini pasti datang lagi mengunjungi Anas dan Sheya. “Ma.” Juna mengulurkan tangan dan menyalaminya. “Ar, sudah pulang? Jadi pergi malam ini? Pamit dulu ya pada Anas, kasihan dia, tadi saat Mama ke sana dia menanyakan kamu. Dia bilang Ayah sibuk-sibuk terus.” “Iya, Ma. Nanti Juna mampir ke sana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN