Tangan Faye gemetar hebat. Detak jantungnya berpacu lebih cepat, sementara bola matanya memerah. Ia menatap foto itu lama untuk memastikan bahwa itu bukan Xander, barangkali orang lain yang mirip dengannya. Namun tidak peduli seberapa kali ia menutup dan membukanya, memperhatikannya, meyakinkan diri bahwa itu bukan Xander, wajah di foto itu tidak bisa membohonginya. Postur tubuhnya juga detail lain yg menunjukkan jam tangan di atas desk itu sama persis dengan jam tangan yang Xander gunakan setiap hari. Itu adalah Xander dan wanita di sampingnya adalah orang lain yang bukan dirinya. Hati Faye seolah tercabik dari dalam. Ia tidak bisa menahan tangisnya yang seketika pecah. Suara isakannya terdengar lirih dan itu sukses membangunkan Xander. Ia melihat Faye yang menangis sambil memegang po

