“Xander, apa kamu di dalam?” Faye mengetuk pintu kamar Xander, menunggu respon dari pria itu. Sedangkan di tangannya nampan berisi makanan ia genggam erat. Wanita itu baru selesai bertempur dengan wajan di dapur. Hasilnya semangkuk sup hangat lengkap beserta daging sapi yang dipanggang dengan sempurna. Itu makanan kesukaan Xander. Merasa tak ada jawaban, ia ketuk kembali pintu itu dengan lebih kuat. “Xander, apa aku boleh masuk?” Faye terus menunggu jawaban, tapi tak ada respon bahkan setelah dua puluh detik lamanya. Apa mungkin pria itu tengah tertidur? Pikiran Faye menerka segala kemungkinan. Sejak semalam dia juga tak tampak keluar kamar. Apa dia tidak enak badan? Faye yang mulai dihinggapi kecemasan kini berniat nekat membuka pintu kamar Xander. Selama ini pria itu selalu melarangny

