Xander segera menutup laptopnya, lalu bangkit. Melangkah menuju lemari baju, menarik jaket, lalu memakainya. Karena kegiatan Xander itu, Faye kembali terbangun. Detakan pintu lemari baju membuat gadis tersebut tersentak dan membuka mata. “Xander, kamu mau ke mana?” tanya Faye saat matanya menangkap lelaki itu sudah berpakaian rapi, ia mencoba duduk meski sangat pelan. “Hei, jangan bangun!” cegah Xander, segera membantu Faye kembali berbaring. Panik. Faye menatap wajah Xander yang terlihat antuasias, jaket hitam kulit yang biasa dikenakan keluar juga sudah melekat di tubuhnya. “Kamu mau ke mana malam-malam seperti ini, Xander?” Karena belum mendapat jawaban, Faye kembali mengulang pertanyaan. “Aku ada urusan sebentar, kamu tidur saja. Tidak perlu menungguku pulang,” jawab Xander k

