“Pak, cepat tolong!” Xander panik bukan kepalang melihat kondisi Faye yang begitu mengenaskan. Punggung yang terdapat banyak bekas cambukan, sudut bibir berdarah, pipi lebam, dan dress yang berantakan, rusak tak karuan, sobek di mana-mana. “Faye ... Faye!” Xander mengguncang pelan tubuh gadis itu setelah satpam berhasil melepaskan ikatan, ia memeluk kekasihnya dengan erat. “Faye, bangunlah. Katakan, siapa yang melakukan ini semua?” Mata Xander memerah, berkaca-kaca. “Mas, jangan panik. Segera bawa Nona Faye ke rumah sakit. Kalau tidak, bisa gawat!” peringat satpam yang langsung membuat Xander tersadar. Xander mengangguk, lalu menggendong Faye ala bridal style. Memangku tubuh gadis itu dengan hati-hati. Matanya masih terpejam. “Faye, bertahanlah. Aku tidak ingin kamu kenapa-napa.

