Xander berdiri, lalu melangkah menuju sofa di sudut kamar. Matanya masih fokus menatap Faye yang terdiam dengan wajah menahan tangis. Sementara itu, Faye yang tidak memiliki pilihan lain, akhirnya melakukan apa yang laki-laki itu minta. Dengan perlahan, Faye mendekat dan merintih, memohon agar laki-laki itu sudi memberikannya uang. “Tolong, Xander, aku sangat membutuhkannya. Aku tidak ingin teman-temanku curiga dan membuat mereka khawatir. Bantu aku, Xander,” ujar Faye memohon. Tatapannya kosong, matanya merah karena terlalu banyak menangis, hatinya pedih karena dihina seperti ini. Harga dirinya sangat diinjak-injak dan Faye terpaksa melakukannya. Xander yang melihat Faye ada dalam kendalinya tersenyum tipis sampai gadis itu tidak menyadarinya. Hatinya senang karena melihat sang kekasi

