“Aku Chandra. Kamu bisa panggil apa saja.” Pria itu akhirnya memperkenalkan nama setelah beberapa menit mengobrol dengan Faye. Faye yang mulai sedikit lebih tenang cukup nyaman sebab sikap Chandra yang terbilang asyik dan ramah. Ada saja hal-hal yang laki-laki itu lakukan sekadar untuk menghiburnya. Sekilas ketika Faye memerhatikan laki-laki itu, Chandra cukup mirip dengan Xander. Bentuk badan serta tinggi tegapnya, hanya ada beberapa hal yang membedakan mereka, salah satunya adalah sikap. Chandra dengan keramahannya, sedangkan Xander dengan keposesifannya. “Oh, ya. By the way, kamu meski sedang sakit, tetap terlihat cantik,” ujar Chandra kemudian terkekeh, menggoda Faye. Gadis itu sontak tertawa kecil menahan malu atau lebih tepatnya—salah tingkah. Benar-benar bagaikan langit dan bu

