Hari ini seperti yang dijadwalkan, menjadi hari berduka untuk keluarga Faye. Tidak seperti kebanyakan pelayatan, pemakaman ayah Faye lebih sepi dibandingkan yang lain. Tidak ada satu pun keluarga yang datang, hanya satu dua teman bisnis almarhum mengantar sampai pemakaman dan pulang setelah prosesnya selesai. Meninggalkan Faye dan ibunya yang setengah gila, yang terus menangis dan berteriak. Tubuh Faye sendiri ambruk di atas pemakaman, mengelus lembut tiang nisan yang berdiri basah, sementara ibunya terus mengais tanahnya. “Ma, hentikan.” Faye berusaha menahan tangan sang mama yang terus mengais tanah kuburan mendiang suaminya. “Dia tidak mungkin mati! Mustahil, ‘kan? Tidak mungkin!” Gerakan tangannya kian kasar, terus mengais hingga tangannya penuh lumpur. Faye berusaha menghentikan

