Bab 180

4797 Kata

Ciuman itu bertahan beberapa saat. Melati membiarkan Biantara meluapkan semua yang berkecamuk di dalam dirinya melalui tindakan yang jauh dari kata lembut itu. Ia tidak menolak, tidak juga membalas dengan perasaan yang sama—ia hanya diam, menerima, sementara tubuhnya bertahan dan hatinya perlahan merasakan retakan yang semakin melebar. Biantara sendiri tidak mampu menjelaskan apa pun. Ia tidak punya kata, tidak punya tempat untuk mengurai apa yang ada di kepalanya. Yang ia lakukan hanyalah mengikuti dorongan yang datang begitu saja—melampiaskan semua kegundahan dengan cara yang tidak lagi berupa amarah fisik, melainkan sesuatu yang lebih dalam, lebih gelap, dan lebih sulit dimaknai. Pagutan itu akhirnya berakhir. Biantara mengakhirinya dengan gigitan kecil di bibir bawah Melati, meningga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN