Malam panjang menjelma pagi. Suasana di mansion Biantara terasa berat, seolah seluruh bangunan ikut memikul sisa-sisa emosi yang tidak sempat tumpah semalaman. Langit menggantung kelabu, mendung menekan rendah, seperti mencerminkan apa yang terjadi di dalam rumah itu. Hanggara dan Ranti telah pulang sejak malam tadi, sesaat setelah berhasil menenangkan Melati. Keduanya memilih pergi, sengaja memberi ruang agar putra dan menantunya menghadapi semuanya sendiri—meski dalam diam, kekhawatiran tetap mereka bawa. Biantara turun dari lantai dua. Ia keluar dari kamar Kania dengan langkah berat. Semalaman, usai menangis dan memeluk lukisan itu, ia akhirnya tertidur di sana—atau lebih tepatnya, tubuhnya menyerah setelah terlalu lama terjaga dalam kepedihan. Wajahnya kusam. Lingkar hitam di bawah

