Bab 102

3051 Kata

Beberapa saat kemudian .... Bau tajam bahan kimia langsung menyergap hidung Kania begitu ia membuka pintu laboratorium. Ruangan yang dulu selalu ia anggap sebagai tempat eksperimen menyenangkan kini terasa berbeda. Dinding-dindingnya seolah menyempit, memenjarakan dirinya dalam rasa canggung yang sulit dijelaskan. Semua itu terjadi karena satu hal: ia berada satu kelompok dengan Lovely dan Naren. Nama yang terdengar manis itu masih terasa ganjil di telinga Kania. Terlepas dari keunikan namanya, kedekatan Lovely dengan Naren membuat perasaan Kania bercampur—antara kesal dan tidak nyaman dalam waktu bersamaan. Belum lagi hubungannya dengan Naren yang memburuk beberapa hari terakhir, tanpa penjelasan apa pun. Tidak ada pertengkaran, tidak ada perdebatan. Hanya jarak yang tiba-tiba terbent

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN