82. Hadiah dari yang Jauh

1929 Kata

Sekembalinya dari rumah Vio, Tita langsung duduk di sebelah Gin yang tengah menonton sambil menikmati seporsi siomay hangat. Tanpa menyapa, menegur, atau sekadar tersenyum. Membuat pemuda itu terbengong-bengong melihat kelakuannya. Gin mengamati dengan heran kelakuan Tita. Gadis itu duduk dengan pasrah di sisinya. Kaki terjulur jauh ke depan, kepala terjengkang ke sandaran sofa, tubuh meleyot bagai tanpa tulang. Gin menggoyangkan tangannya di depan wajah Tita, tetapi tidak mendapat respon sama sekali. Setelah menunggu beberapa saat lagi, Gin jadi gatal untuk menggoda Tita. Dijawilnya hidung gadis itu sambil bertanya. "Itu muka kusut amat?" Tita yang sejak tadi memejamkan mata, langsung membukanya. Bukan karena sentuhan di hidungnya, melainkan aroma jeruk limau di jari Gin. Sepertinya pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN