“Ta …?” sapa Dirga khawatir begitu Tita masuk ke mobil saat ia menjemputnya di Luminous sore itu. Wajah Tita terlihat pucat dan lesu, seperti orang yang sakit atau sedang banyak pikiran. Tita menanggapi dengan senyum palsu. “Iya, A?” Dirga meletakkan tangannya di kepala Tita kemudian mengusapnya sepintas. “Kamu baik-baik aja?” “Baik, A,” dusta Tita lalu berusaha menampilkan senyum yang terlihat lebih gembira. “Emang kenapa?” “Akhir-akhir ini kamu kelihatan murung. Jauh lebih pendiam juga,” ujar Dirga dengan tatapan sedih. “Masa sih, A?” balas Tita berlagak tidak ada apa-apa. “Hm. Aku lihatnya gitu.” Dirga mengangguk sedih. “Kamu ada masalah?” “Enggak, A,” dusta Tita lagi. Akhir-akhir ini, berdusta soal keadaannya mulai jadi hal yang rutin Tita lakukan. Setiap kali ditanya adakah ya

