84. Hari Terakhir

2100 Kata

Membuka matanya di pagi terakhir sebelum meninggalkan Indonesia, Gin tidak bisa menemukan Tita di sisinya. Padahal selama tiga minggu terakhir mereka selalu tidur bersama sepanjang malam hingga pagi datang, bahkan tidak jarang dalam kondisi saling berpelukan. Ada sedikit rasa kecewa dalam hati Gin karena harapnya pagi ini ia bisa melewatkan waktu berpelukan dengan Tita lebih lama dari biasanya. Namun ternyata, gadis itu sudah menghilang bahkan sebelum Gin membuka mata. Segera dicarinya keberadaan Tita dan menemukan gadis itu tengah duduk sendirian di meja makan. Gin mendekat kemudian duduk di seberang Tita. “Lo bangun pagi-pagi amat?” “Hm." "Ada kerjaan jauh?" Biasanya kalau harus menemani pemotretan di luar kota, Tita memang akan bangun subuh-subuh begini. "Enggak." "Terus? Tumben a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN