"Cuma segitu?" tegur Dirga heran sambil menatap piring Tita. Namun, sosok yang ditanya sama sekali tidak merespon. "Ta?" panggil Dirga sambil menyentuh tangan Tita. “Eh?!” Sendok di tangan Tita langsung terlepas saking terkejutnya gadis itu. "Maaf. Kenapa, A?" "Nasinya cuma segitu aja?" Dirga mengulang pertanyaannya dengan sabar. "Iya, A." "Biasa kalau aku masak ikan goreng sama sambal kamu makannya selalu lahap, Ta. Kok tumben ini sedikit sekali?" Dirga menatap sedih pada piring Tita yang hanya berisi sekitar tiga sendok makan nasi putih, secuil ikan, tanpa sambal, tanpa lalap, tanpa sampingan lain-lainnya lagi. "Lagi enggak laper aja, A,” jawab Tita lesu. "Kamu sakit?” tanya Dirga khawatir. “Hm?” “Kamu enggak enak badan?” tanya Dirga lagi. Tita menggeleng cepat agar Dirga tid

