Dirga berdiri kebingungan di depan pintu apartemen Tita. Sudah ditekannya bel sejak sekitar 20 menit lalu, tetapi tidak juga Tita membukakan pintu. Andai Tita tidak menghilang tanpa kabar sejak dua hari yang lalu, Dirga juga tidak akan sekhawatir ini. Masalahnya, pertemuan terakhir mereka dua malam yang lalu saja sudah menyisakan kekhawatiran dalam diri Dirga, lalu ditambah kemarin, di hari off-nya Tita memilih tidak bertemu. Sudah begitu, seharian gadis itu tidak memberi kabar sama sekali. Jadi, kalau pagi ini saat Dirga seharusnya datang menjemput Tita untuk mengantarnya ke Luminous, tetapi gadis itu tidak bisa dihubungi sama sekali, wajar saja ia jadi kelimpungan. Pada akhirnya, Dirga terpikir untuk menghubungi Gin saja. Segera dikirimnya pesan pada nomor pemuda itu. Inginnya langsun

