“Udah sembuh kamu, Ta?” tanya Erwan begitu Tita memasuki ruangannya setelah izin sakit selama tiga hari. “Udah, Mas.” Tita mengangguk dengan perasaan tidak enak. Pasalnya Erwanlah yang turun tangan langsung mengurus pekerjaan Tita selama gadis itu sakit. Bayangkan! Betapa hebatnya seorang Tita sampai Erwan rela jadi kàcung. “Bisa sakit juga kamu tuh ya. Enggak nyangka loh,” goda Erwan saat Tita sudah duduk berhadapan dengannya. “Mas, ih! Jahatnya kebangetan." Tita langsung berlagak merajuk. "Orang abis sakit bukannya kasian. Dibeliin makan yang enak atau apa gitu, ini malah diledek.” Erwan tersenyum hangat. “Jangan sakit lagi, Ta.” “Kenapa? Rugi ya?” balas Tita jail. “Kamu bikin semua orang khawatir tau.” Tita mengerling nakal. "Termasuk Mas Erwan?" "Hm." "Sayang banget ya sama Ti

