"Tita ada?" Kaivan langsung bertanya ketika Gin membukakan pintu. "Ada." Gin mengangguk kecil sementara otaknya langsung bekerja cepat mengingat-ingat percakapannya dengan Tita. Adakah gadis itu mengatakan kalau Kaivan akan menjemputnya sepagi ini? Seingat Gin, semalam Tita bilang ia sengaja mengosongkan jadwal liburnya minggu ini karena tidak ingin bertemu siapa-siapa. Tidak dengan Alby karena pemuda itu sedang sibuk menjelang akhir semester, tidak juga dengan Kaivan karena Tita sedang merasa canggung bertemu pria itu. "Boleh ketemu?" tanya Kaivan. Gin mengangguk lalu sedikit menyingkir agar Kaivan bisa masuk. "Tisha lagi tidur. Mau saya yang bangunin atau Mas yang bangunin sendiri?" "Tita tidur di kamarnya?" "Dia tidur di kamar saya." Gin menunjuk pintu kamarnya yang terbuka lal

