"Ta, nanti malam bisa tolong temani saya?" tanya Erwan setelah selesai membahas pemetaan pembagian klien untuk akhir tahun yang membludak. Sudah bukan perkara aneh kalau di akhir tahun banyak pasangan menikah. Tita yang sedang merapikan kertas-kertas catatannya di meja Erwan menjawab santai. "Ke mana, Mas?" "Nindy ajak saya ketemu. Katanya ada yang mau dibicarakan." Mendengar nama Nindy disebut, sontak sikap santai Tita menghilang. Duduknya langsung tegak dan ia bertanya waspada. "Sama Tita juga?" "Enggak. Saya aja yang niat ajak kamu." "Enggak mau ah, Mas!" tolak Tita cepat. Sedikit lega karena dia tidak wajib terlibat, tapi masih waswas takut Erwan tahu tentang pertemuannya dengan Nindy beberapa waktu lalu. "Kenapa?" tanya Erwan sedikit kecewa karena Tita langsung menolak ajakanny

