"Gin, Rabu Kamis sibuk enggak?" tanya Tita saat mereka tengah duduk berdua di depan televisi pada Minggu malam. "Tergantung.” "Kok tergantung?" Tita mengernyit curiga. "Iya. Tergantung mau ngapain dulu," ujar Gin asal. "Maksudnya?" tanya Tita tidak mengerti. "Lo pasti mau ngajak gue pergi atau minta tolong gue ngelakuin sesuatu, kan?" tebak Gin geli. Dan dengan polosnya Tita langsung mengangguk. "Iya." "Nah, kalo lo mau ngajak gue pergi ke tempat menarik berarti gue enggak sibuk, tapi kalo lo mau minta tolong gue ngelakuin sesuatu yang malesin, gue pasti sibuk." Untuk beberapa saat, Tita masih berusaha mencerna maksud perkataan Gin. Namun, begitu paham maksud ucapan sahabatnya, refleks Tita memukul bahu Gin dengan jengkel. "Ish! Nyebelin banget!" Gin tergelak puas karena berhasil

