"Lo abis dari mana?" Tita memandangi penampilan Gin dari rambut hingga sepatunya. "Tumben nanya," balas Gin cuek. Tita kembali melakukan screening dari atas ke bawah, bedanya kalau tadi hanya dengan mata, sekarang telunjuknya ikutan juga. "Dandanan lo bikin curiga." "Ada yang salah?" tanya Gin dengan nada menyebalkan. "Terlalu rapi." Bagaimana Tita tidak curiga kalau Gin yang biasa urakan berubah jadi necis? Kepalanya yang biasa dibiarkan dengan kucir asal, kini terlihat bercepol rapi. Rambutnya memang tetap panjang di bagian tengah, tidak dipangkas, hanya saja ditata dengan rapi. Kaus santai dengan jin belelnya kini berganti jadi kemeja berlengan pendek dan celana chino. Satu lagi, sandal gunung favoritnya kini berubah jadi bot keren. "Gue kucel salah. Gue rapi dicurigain." Pemuda

