Tita menatap ke jalanan melalui jendela bus. Petang di luar yang diwarnai rintik hujan membuat Tita dilanda cemas. Ia paling tidak suka sendirian saat hujan, apalagi di tengah perjalanan menjelang malam pula. Suasana seperti ini selalu membuatnya teringat akan kepergian sang ayah. Sang pilot gagah itu meninggal dunia ketika sedang mengemban tugas menerbangkan pesawat di tengah cuaca buruk. Di saat hujan seperti ini, Tita paling suka melewatkan waktu bersama banyak orang, mengobrol seru sampai suara deru hujan dan guntur terdengar samar. Kegelisahan Tita bertambah karena sejak tadi Gin tidak juga membalas chat-nya. Orang yang paling Tita harapkan di saat seperti ini memang Gin. Bertengkar dengan sahabatnya itu selalu berhasil mengusir mendungnya, atau sekadar menonton kartun konyol bersam