"Tisha …?" bisik Gin tidak percaya. Tubuhnya membeku di tempat dan tidak mampu digerakkan. "Gin …," gumam Tita penuh kerinduan. Gumaman samar Tita sudah cukup menyadarkan Gin dari keterkejutannya. Tubuhnya yang tadi kaku seketika bergerak cepat, berlari menghampiri, kemudian merengkuh Tita dalam pelukannya. Dipeluknya gadis itu kuat-kuat seolah meyakinkan diri sendiri bahwa ini nyata dan menjaga agar sosok Tita tidak menghilang seketika ditelan halusinasi semata. Sementara Tita, begitu merasakan dekapan Gin yang melingkupi tubuhnya, seketika ia merasa utuh. Ada haru yang membuat Tita ingin menangis, dan perlahan Tita melingkarkan lengannya untuk membalas pelukan Gin. Tanpa keduanya sadari, Rima yang melihat tingkah mereka tersenyum diam-diam. Perlahan, Rima menyingkir untuk memberi k

