89. Malaikat Penolong

1680 Kata

"Lo lagi di mana?" Gin mengernyitkan kening mengamati latar di belakang wajah Tita ketika mereka melakukan panggilan video sore itu. Gin sangat yakin kalau gadis itu bukan sedang berada di apartemen.  "Kamar," jawab Tita singkat. Gin memicingkan, berusaha mengenali ruangan tempat Tita berada. Setelah beberapa saat ia bisa menebak. "Kamar Liora ya?" "Tau dari mana?" tanya Tita kaget. Kenyataannya ia memang sedang berada di kamar Liora. Tita memang terbiasa berbagi kamar dengan siapa saja ketika pulang ke Garut. Kadang ia tidur dengan ibunya, kadang dengan kedua adiknya. Sekarang, berhubung Liora di Bandung, maka Tita bisa menempati kamar adiknya itu. "Tau aja," sahut Gin pongah. "Sok tau!” Tita mendengkus sebal. "Gue kan hafal rumah di Garut, Sha." Ia ingat warna cat dinding kamar Lio

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN