“Bagaimana perasaan kamu hari ini?” Itulah pertanyaan pertama yang Dirga ajukan ketika menjemput Tita keesokan harinya. “Lumayan, A." Kali ini bukan jawaban dusta yang Tita berikan karena setelah bertemu dan berbincang dengan ibunya, perasaan gadis itu memang jadi jauh lebih baik. “Kamu kelihatan lebih cerah hari ini.” Dirga mendekat, meraih Tita ke dalam pelukannya, kemudian membelai lembut kepala gadis itu. "Senang bisa menginap semalam di Garut ya?" "Iya seneng, A." Tita mengangguk pelan dalam dekapan Dirga dan dengan canggung membalas pelukan pria itu. "Makasih ya." Dirga mengurai pelukan mereka lalu tersenyum bahagia. "Nanti kalau aku ada tugas ke Bandung atau daerah-daerah dekat sini, kamu boleh ikut lagi." Tita menggeleng sungkan. "Jangan sering-sering, A Dirganya capek." "Bu

