"TAPI ENGGAK BISA KAYAK GINI, SA! TETAP KAMU SALAH!" Terdengar suara Erwan yang menggelegar dari dalam ruangannya. Hardikan Erwan dibantah oleh suara putrinya yang terdengar begitu berani dan penuh emosi. "PAPA ENGGAK PERNAH MAU NGERTI! SELALU NYALAHIN ERSA!" "BUKAN NYALAHIN. PAPA BICARA FAKTA, SA!" Tita baru kembali setelah bertemu dengan klien di Delight dan telinganya langsung disuguhi suara-suara penuh polusi. Pemandangan di area kerja juga terlihat janggal, kumpulan kucing bunting Luminous tengah berkerumun dengan tatapan awas dan pendengaran ditajamkan. Gaya mereka serupa semua. Duduk tegang dengan telinga condong ke arah ruang kerja Erwan. "Buset, ada apaan deh?" celetuk Tita heran. "Sst!" Lika langsung melotot galak lalu melambai memanggil Tita untuk ikut duduk berkerumun ber