"Ngelamun lo?" Gin berlagak bertanya, padahal ia sudah tahu dari tadi kalau Tita memang melamun kayak ayam kena tetelo. Sudah sejak pulang kerja tadi Tita lebih banyak diam. Ditanya hanya jawab seperlunya, padahal biasa tidak ditanya juga merepet terus. Keanehan semakin bertambah ketika Tita mengabaikan makanan yang sejak tadi sudah Gin buatkan untuknya. Padahal yang namanya Tita paling tidak kuat menolak godaan mi instan kuah super pedas buatan Gin yang rasanya nampol top. "Enggak," jawab Tita singkat. Matanya terus melihat ke depan, tapi arahnya bukan ke televisi. "Terus ngapain dari tadi?" Gin sengaja duduk kencang-kencang di sebelah Tita sampai menyenggol gadis itu. Namun, anehnya Tita tidak protes seperti biasa. "Mikir." "Gaya banget sok-sokan mikir," ejek Gin sambil mengacak ra