“Ta ….” Kaivan menyentuh ringan tangan Tita yang duduk tepat di sebelahnya. “Kenapa diam terus?” Tita menoleh ke arah Kaivan kemudian tersenyum samar. “Bingung mau ngomong apa.” Sudah hampir dua jam ia duduk menemani Kaivan di acara gala dinner yang diadakan oleh salah satu rekanan Liem Grup. Tita sendiri sudah tidak ingat dalam rangka apa gala dinner ini diadakan, mungkin ulang tahun perusahaan, atau ada pembukaan anak cabang baru, entahlah. Ia tidak peduli. Tita sudah terlalu pusing mendengarkan obrolan berat yang terjadi di meja berkapasitas sepuluh kursi ini. Tidak satu juga bahasan yang ia mengerti, semua melulu tentang bisnis, dan Tita lelah. "Tumben.” Kaivan mengamati wajah Tita lekat-lekat. Ekspresi gadis itu terlihat bosan dan jenuh. “Biasanya kamu enggak pernah kurang bahan ob

