57. Si Baik Hati yang Mudah Berempati

2348 Kata

Subuh menjelang keberangkatan Tita ke Garut bersama Alby, Gin ikut bangun untuk membantu gadis itu bersiap. Ada rasa khawatir melepas Tita pulang ke Garut tanpa dirinya. Biasanya, selalu Gin yang menemani. Namun, kali ini Gin harus absen. Keinginan Tita untuk pulang terlalu mendadak, sementara Gin sudah terlanjur ada pekerjaan dan tidak bisa dibatalkan begitu saja. "Lo yakin enggak mau naik bus aja? Atau travel gitu?" tanya Gin sambil mengintil di belakang Tita yang sejak tadi seliweran mengambil barang-barang untuk dimasukkan ke dalam ransel.  Bahkan di menit-menit terakhir sebelum Tita berangkat, Gin masih coba menggoyahkan niat gadis itu. Niat nekat yang bikin Gin cenut-cenut. Bagaimana tidak khawatir membayangkan gadis yang suka tidur dengan mudahnya di mana saja dan kapan saja itu a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN