Bab 43

1153 Kata

Roby melangkah masuk ke dalam ruangan psikiaternya dengan langkah teratur, meski tatapan matanya tetap serius dan kaku. Pintu ruangan itu menutup perlahan di belakangnya, menimbulkan suara lembut klik yang terasa nyaring di telinga Lidia. Kini, wanita itu berdiri sendirian di koridor rumah sakit yang hening. Udara di sekitar terasa dingin menusuk, hembusan pendingin ruangan yang terus berputar membuat bulu kuduk Lidia berdiri. Bau khas rumah sakit—campuran antiseptik, cairan pembersih, dan samar aroma obat-obatan—seakan menempel di udara, membuat dad4 Lidia terasa semakin berat. Dengan langkah pelan, Lidia mendekati kursi tunggu yang berjajar di sepanjang dinding. Kursi-kursi itu dingin, terbuat dari besi dengan bantalan tipis yang tak memberi banyak kenyamanan. Hanya ada dua atau tiga o

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN