Bab 46

1178 Kata

Pelukan itu bertahan lebih lama dari yang Lidia perkirakan. Roby tidak berkata apa-apa; ia hanya menunduk, merapat diri dan membiarkan berat kepalanya bertumpu di bahu Lidia. Napasnya datang perlahan, yang pada awalnya masih kasar, seperti seseorang yang baru saja menahan terlalu banyak emosi, lalu kian teratur seiring waktu berjalan. Lengan Roby mengunci pinggang Lidia, memberikan rasa hangat dan tegas. Lidia terdiam, membiarkan dirinya larut. Ia bisa merasakan tekstur kaos tipis Roby di lengannya, terasa dingin karena pendingin ruangan, namun bercampur dengan panas tubuh yang keluar dari kulit pria itu, menciptakan sensasi kontras yang membuat tubuhnya kian sadar akan kedekatan mereka saat ini. Jemarinya, yang awalnya hanya diam di kepala Roby, akhirnya berani bergerak. Perlahan jemarin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN