Lova keluar dari kamarnya sekitar jam sepuluh pagi saat keadaannya sudah membaik. Dia telah mengirim e-mail pada HRD dan pimpinan departemennya ijin sakit hari ini. Rumah terasa begitu sepi, dia turun ke bawah sambil membawa mangkuk kotornya. Mbok Min ternyata sedang beres-beres di dapur dan menata belanjaan. “Non, sudah baikan? Mbok baru pulang dari supermarket. Ini Mbok Dar lagi nyuci baju di belakang, tadi terakhir Mbok cek Tuan Galen tidur lagi, Non.” “Sudah mendingan, Mbok. Saya ke kamar Kak Galen dulu ya.” Sekali pun tadi Galen mengusirnya dengan kasar dan tatapannya berkilat-kilat penuh amarah, Lova tetap mengkhawatirkan pria itu dan tetap ingin memastikan keadaannya. Lagi pula, dia dan Galen sudah biasa saling adu urat dengan tatapan berkilat-kilat penuh kebencian, seharu