Arkan duduk di antara kedua orang tuanya. Begitu juga Ica yang juga duduk di anatar kedua orang tuanya. Mereka saling berhadapan. Ica ingin menyampaikan keinginannya yang ingin membatalkan pernikahannya. Ica tidak ingin dirinya di samakan dengan Thalia lagi. seperti tadi saat Arkan menciumnya, tapi dia malah menyebut Ica dengan nama Thalia. “Ica, kita sudah siap semua. Masa kamu mau membatalkan gitu saja, Nak?” ujar Annisa. “Anjani, aku mohon, jangan batalkan pernikahan Ica dan Arkan,” imbuh Annisa. “Bunda, maafkan Ica. Sebelum semua terjadi, dan sebelum Ica dan Arkan menikah, lebih baik Ica memutuskan untuk menyudahinya,” jawab Ica. “Ca, kamu jangan gini dong. Kamu katanya mau sabar menunggu aku bisa menerima kamu. tapi kamu menyerah gini?” ujar Arkan. “Kapan kamu bisa menerima aku, A