Orang yang baru datang itu berbicara dengan Aida. Aida menolehkan kepala pada Riana. Orang itu mengikuti arah tatapan Aida. Aida mendekati Riana, diiringi langkah orang itu. "Kiah ...." "Kak, Na ...." Mereka berhadapan, air mata Kiah, adik almarhum Zainal, berjatuhan. Ia berlutut di hadapan Riana, dipeluk kaki Riana, ia menangis sejadinya, sehingga mereka jadi pusat perhatian orang yang ada di sana. Bahkan, Dayat, dan Mirna, juga ibu Dayat ke luar dari dalam, karena mendengar suara tangis Kiah. "Kiah ...." Riana menarik bahu Kiah, agar Kiah bangun dari berlututnya. "Kiah, ada apa?" "Kak, Na. Ibu ...." tangis Kiah kembali pecah. "Ada apa dengan Ibu?" Riana menatap Kiah penasaran. "Tolong temui ibu, Kak Na. Tolong maafkan semua salahnya." Kiah masih terisak, sehingga ia bi