Riana, dan Parman kembali ke tempat di mana mereka bekerja, satu minggu setelah resepsi pernikahan mereka. Mereka tiba di halaman sebuah rumah, saat hari mulai malam. Supir Rina yang mengantarkan mereka. Parman membuka pintu mobil. Riana ke luar dari mobil sambil mengedarkan pandangannya. Sebuah rumah tipe 45, dengan desain minimalis nan manis ada di hadapannya. Rumah yang didominasi hitam, dan merah. "Rumah siapa?" Riana menatap Parman yang berdiri di sebelahnya. Supir Rina sudah meninggalkan mereka. "Masuk yuk!" Parman tidak menjawab, ia meletakan barang bawaan mereka di depan pintu pagar. Diambil kunci dari dalam tas kecil yang ia selempangkan di bahunya. "Mas ngontrak rumah ini? Ini terlalu bagus, Mas." Riana menatap teras yang ditata rapi, dengan pot bunga-bunga di sisi tera