Riana, dan Parman duduk bersisian, di teras tempat kost Riana. Riana sudah menceritakan pada Aida, kalau ia akan segera pulang, karena sudah dijodohkan orang tuanya. Parman datang untuk menanyakan hal itu langsung pada Riana. "Yang Adia ceritakan itu memang benar, Man." Riana menundukan kepala, jemari di kedua tangannya saling menjalin dengan erat. Terdengar helaan napas Parman yang sangat berat. "Kamu sudah memutuskan hal yang tepat, Na. Dijodohkan bukanlah hal yang buruk, jika kita bisa menyikapinya dengan baik. Banyak pernikahan mampu bertahan sampai maut memisahkan, meski diawali dari sebuah perjodohan." Riana hanya diam, ia sedang berusaha menahan air mata. Terdengar lagi suara helaan berat napas Parman. "Aku rasa, membangun cinta di atas sebuah pernikahan, tidak akan kalah