PART. 46 LAMARAN

916 Kata

Riana berpamitan pada Zaki sekeluarga, ia mengatakan belum tahu apakah akan kembali atau tidak. "Bu Na, jangan pergi ya ...." Nisa memeluk leher Riana, kepala mungilnya bersandar di bahu Riana. Air mata terus mengalir membasahi pipinya. "Iya, Bu Na jangan pergi, sebentar lagi kita punya adik, nanti Mami sibuk dengan adik, kami dengan siapa?" Rengek Mirza. Riana menatap perut Mirna, memang belum terlihat karena usia kandungannya baru memasuki usia lima minggu. "Mami pasti bisa menjaga kalian semua, sekarangkan Mami tidak bekerja lagi. Lagi pula ada Mbak Edah, dan ada Mbak Uni yang akan membantu menjaga kalian." Uni adalah asisten baru di rumah Mirna. Dia keponakan Edah yang datang dari kampung. "Kami maunya sama Bu Na, saja," ucap Nisa di antara isakannya. "Kalau begitu, kalian h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN