Ekstra Part

1251 Kata

“Enggak masuk dulu, Dim?” tanyaku pada Dimas yang sore ini mengantarkanku pulang dari rumah Ibu. Aku baru saja mengantarkan oleh-oleh yang dibelikan Mas Razan setelah pulang dari Malang kemarin malam. “Engga, Mbak. Aku mau ada perlu sama temen.” “Enggak kangen sama ponakanmu, apa?” Dimas diam sejenak. “Titip cium pipinya aja.” “Dih!” “Lain kali aku main plus nginep. Janji. Tapi jangan sekarang, aku beneran enggak bisa.” Melihat ekspresi Dimas saat ini, sepertinya ‘perlu’ dengan temannya itu penting. Biasanya dia pasti menyempatkan mampir karena dia sangat dekat dengan anakku. “Ya udah. Makasih banyak, ya?” “Iya, Mbak. Sama-sama. Aku duluan.” “Oke. Hati-hati.” Setelah Dimas putar arah, aku tidak langsung masuk dan menunggu mobilnya menghilang di belokan. Itu adalah mobil ya

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN