“Cie, yang habis dapet gelar sarjana!” seruku tepat ketika aku baru saja masuk rumah dan melihat Dimas beridiri dengan setelan hitam putih serta slempang perpaduan warna hitam emas bertuliskan ‘Adimas Dwi Adiwilaga, S. Kom.’ yang masih melingkar di badannya. “Skripsiku dapet A loh, Mbak!” Dimas berseru dengan begitu bangganya. “Selamat ya, Dim. Akhirnya adik semprul-ku ini lulus juga!” ucapku sambil merentangkan kedua tangan. “Makasih banyak, Mbak.” Dimas langsung berlari memelukku, meski kami harus terhalang perutku yang saat ini sudah sangat besar. “Nih buat kamu, Dim.” Aku mengulurkan paper bag untuk Dimas, sementara Dimas langsung menyipitkan mata curiga. “Apa nih?” “Ya kado, lah. Gini-gini aku masih inget kalau punya adik.” “Ya kali aku dilupain!” Aku tertawa, sementa