Episode 81 : Kebahagiaan yang Tak Bisa Disamaratakan

1957 Kata

Semilir angin menghiasi pelepasan subuh. Terasa sangat segar, meski rasa dingin juga turut menyertai dan sampai membuat bulu kuduk kompak berdiri. Di balkon kamar Bubu, Edelwais dan Bubu berdiri bersebelahan, menatap lurus ke ufuk timur. Mereka tengah menikmati matahari terbit atau arunika. Sisi teratas Matahari sudah muncul di atas horizon di sebelah timur. Edelwais begitu bahagia melihat kenyataan tersebut. Saat semburat jingga menguasai langit sekitar ufuk timur sana, layaknya ketika senja akan bertemu dengan mataharinya. Dalam diamnya, Bubu justru jauh lebih tertarik memandangi wajah sang calon istri dari samping melalui lirikan, meski ia tak berani melakukannya lama-lama. Edelwais masih tersenyum ceria layaknya biasa. Wanita muda berkulit putih bersih itu tampak sangat bahagia, seo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN