65 Peringatan Terakhir

1990 Kata

"Ayang yakin gak mau aku temenin? Nathan kini berdiri bersama istrinya di depan lobby Tantowidjaja Grup. Seperti yang Indah katakan tadi malam, ia akan mengunjungi kantor tersebut. "Gak apa-apa, aku bisa kok, Bang. Lagian aku juga gak sendirian." Nathan mengangkat kedua alisnya, lalu menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Indah. Terlihat Nala yang hari ini mengenakan setelan jumpsuit berwarna hijau tosca dipadu heels sekitar sepuluh sentimeter. Tak ketinggalan handbag branded di tangannya. Ada juga Intan, berpenampilan paripurna meski tak semewah Nala. "Nala? Ada Intan juga?" "Tadinya sih aku cuma mau ngajak partner in crime aku, si Intan. Tapi Nala juga mau ikut. Sekarang maunya nempel mulu sama aku," bisik Indah. Indah lupa kalau ia belum bercerita tentang Nala yang katanya sudah me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN