"Sii kucing garong itu bilang gitu?!" Suara Nala yang tak biasa menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Setelah meninggalkan kantor, mereka memutuskan untuk nongkrong di kafe yang tak jauh dari tempat itu. "Suara kamu, La," tegur Indah. "Suara aku kenapa, Kak?" "Suara lo toak-nya kurang gede," sahut Intan lalu tertawa terbahak-bahak, disusul Nala juga. Indah hanya bisa geleng-geleng kepala. Ternyata keduanya sangat mirip. Sama-sama heboh. "Tapi Kak Indah gak percaya kan? Aku yakin Abang itu cinta mati sama Kak Indah. Gak mungkin lah mereka..." "Mereka ciuman," potong Indah dengan wajah kesal. “Untungnya gak lebih dari itu.” Meski ia menghargai kejujuran Nathan, tetap saja ada rasa tak rela ketika mengetahui kenyataan itu. "APA?!" Kali ini dengan kompak Intan dan Nala b

