Mata Indah membulat, bulu kuduknya meremang, kalimat tadi seakan membuat dirinya ingin secepatnya lari ke tempat yang lebih pribadi dengan suaminya, tapi juga membuatnya ingin lari menjauh karena agak takut. Senyum di wajah Nathan terlihat memukau sekaligus menakutkan di waktu yang bersamaan. Nathan lalu meraih tangan Indah, tanpa mau memikirkan tamu-tamu yang hadir di sana. Fokusnya hanya satu yaitu Indah Permata Sari. “Eh, Bang, Kak, mau ke mana?” Nala memergoki. “Mau ngurusin urusan dewasa, anak kecil gak perlu tahu,” jawab Nathan cuek sedangkan Indah hanya mengulum senyumnya. Nala berdecak kesal. “Kenapa sih semua orang pikir gue tuh anak kecil? Gini-gini gue juga udah bisa bikin anak kecil tahu. Belum punya lawan mainnya aja gue,” sungutnya. "Sabar, gue juga gitu kok," timpa

