82 Menyadarkan

1575 Kata

‘Mas kenapa sih? Marah? Karena apa? Jelasin dong!’ Nala terus menerus bertanya dalam hati, tapi tak juga ia menemukan jawabannya. Arya yang sudah lumayan lama menatap Nala lalu berkata, “Selamat deh, Bim. Semoga jadi yah kalian pacarannya,” doanya dengan raut wajah sangat tidak tulus. Mata Nala makin terbelalak mendengar kalimat yang dilontarkan oleh Arya. Giginya bergemeletuk, dan tanpa sadar ia meniupkan poni yang ada di depan keningnya. Hal yang sering ia lakukan ketika kesal. Intan yang cepat tanggap langsung mengambil inisiatif untuk mengajak sahabatnya itu pergi. “Kak Arya, makan yuk. Laper nih." Arya tidak juga mau bergerak malah terang-terangan menatap Nala. Nala pun demikian, keduanya saling tatap tanpa ada yang mau mengalah. Bahkan tidak takut bila Bimo menyadari kelakuan m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN