83 Aku Juga Bisa

1861 Kata

“Bu, meeting tiga puluh menit lagi dimulai,” ucap Andini, sekertaris Nala. Nala hanya mengangguk. Kembali menekuri ponselnya. Di sana ia melihat kolom chatnya bersama Arya. Tidak ada chat baru, hanya chat terakhirnya kemarin siang. Berulang kali Nala mendapati status bar chat Arya itu bertuliskan ‘online’ lalu berubah menjadi ‘mengetik’. Tapi kemudian ‘online’ kembali tanpa ada satu pun pesan baru masuk ke ponsel Nala. Nala juga menahan diri untuk tidak menghubungi Arya. Ia sangat tersinggung dengan ucapan Arya yang mendoakan dirinya agar melanjutkan hubungan serius dengan Bimo. “Mas ini jadi ngirim chat gak sih? Gemes banget gue!” Nala yang kesabarannya sedang benar-benar diuji oleh si Mas Dokter berlesung pipi itu. “Apa gue telfon aja dia ya?” Nala coba untuk menimbang. Belum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN